Contoh Teks Cerita Sejarah

 1. Contoh teks cerita sejarah


Bukit Perak

Dahulu kala, hiduplah seorang penghulu desa dengan sebutan Datuk Sengalo dalam membangun desanya selalu mengajak masyarakat untuk bergotong-royong, warga desa selalu dalam keadaan aman sentosa. Berkali-kali pasukan Belanda hendak menyerang desa tempat tinggal Datuk Sengalo, tetapi selalu saja gagal. Ada desa sebelah yang dipimpin oleh Datuk Dano Lamo dimana desanya selalu di minta upeti oleh Belanda. 

Datuk Dano Lamo mempunyai anak lelaki yang sangat tampan, karena ketampanan yang ia miliki, oleh ayahnya ia di beri siasat jahat untuk memperistri anak dari Datuk Sengalo. Ketika itu putri Datuk Sangalo diberitahu rahasia oleh ayahnya bahwa desanya aman, karena ketika bertapa mendapatkan keris dan disuruh menanam diperbatasan di bawah pohon rambe. 

Ketika bertapa itu juga Datuk Sengalo mendapatkan harimau kecil putih yang berada disamping keris, yang sekarang harimau tersebut menjadi teman putri Datuk. Suatu ketika putri dan bersama harimau putih pemberian ayahnya main ke hutan dan menemukan pohon rambe, putri naik pohon dan memakan buahnya sampai kenyang. Saking lahapnya memakan buah rambe, secara tidak sadar termakanlah biji buah tersebut sehingga biji tersebut mengganjal di tenggorokan, usaha untuk mencari air tak didapat sehingga pingsanlah si putri. 

Hari mulai larut ayah Datuk Sangalo mencari putri tak didapat, harimau pulang dan mengaum datuk dan dibawanya ketempat putri tergeletak tapi tak didapat. Bersamaan itu putri dibawa pemuda tampan ke sebuah rumah kayu yang jauh dari rumah pemukiman warga. Pemuda itu memberi ramuan obat kepada putri dan merawatnya sampai sembuh. 

Pemuda yang ternyata anaknya Datuk Dano Lamo tersebut memperistri putri dengan tipudaya dan siasat jahatnya, singkat cerita keris yang berada di bawah pohon rambe tersebut berhasil didapat oleh Datuk Dano Lamo dengan tipu daya anaknya menikahi putri Datuk Sangalo. Di tengah malam Datuk Sangalo mendapatkan firasat yang buruk dan tidak enak, kemudian ia mendatangi pohon rambe yang tenyata kerisnya tidak ada dan sudah diambil orang. Tetapi, Datuk Sangalo tidak kurang akal disuruh seluruh warga untuk membuat bukit, semua warga masuk kebukit dan pintu ditutup oleh kekuatan datuk sendiri. 

Keesokan harinya, datanglah pasukan Datuk Dano Lamo beserta dengan pasukan Belanda guna menyerang dan menghancurkan desa Datuk Sengalo. Belanda datang dengan senjata lengkapnya, sedangkan Datuk Dano Lamo hanya membawa keris perak. Prajurit dari Datuk Dano Lamo datang membawa keris dan tombak. Sesampainya di desa Datuk Sengalo, mereka terheran-heran. Mereka melihat desa dalam keadaan sunyi sepi. Tak ada satu wargapun yang mereka temukan. Yang mereka temukan hanya sebuah bukit yang menjulang tinggi berada di pertengahan desa.

Seluruh pasukan dari desa Dano Lamo dan pasukan Belanda bergerak bahu-membahu menggali bukit dari puncaknya. Sementara itu, yang lain bersiaga di sekitar bukit. Mereka mengawasi jika ada warga yang akan meloloskan diri. Semeter, dua meter, tiga meter, empat meter, hingga sampai beberapa meter galian, mereka seperti menemukan sebuah pintu dan pintu itu seperti tidak terkunci. Lalu, mereka membukanya. Ketika dibuka mereka terkejut. Sebuah moncong meriam sudah mengarah ke mereka. Mereka hanya bisa terperangah.

“Booooooooommmmm….!!”

Sebuah ledakan besar menghantam hampir seluruh pasukan Datuk Dano Lamo dan pasukan Belanda yang sedang berada di sekitar bukit, termasuk Datuk Dano Lamo bersama anaknya. Mereka semua porakporanda. Seketika itu pula keris perak yang ada dalam genggaman Datuk Dano Lamo terlepas dan masuk ke dalam lubang bukit tersebut. Keris itu kemudian lenyap dari pandangan Datuk Dano Lamo dan pasukan Belanda yang lain. Bukit itu kembali tertutup. Mereka pun tak dapat lagi melihat Datuk Sengalo dan warganya karena hilang bersama keris perak. Yang tersisa hanyalah sebuah bukit.

Mendengar hal tersebut sang Putri hanya bisa menangis ketika mengetahui bahwa ayah beserta warga desanya telah menjadi bukit. Dia telah menyesal karena sudah mengkhianati ayahnya dengan tidak menepati janjinya. Namun, penyesalan memang selalu datang terlambat. Putri tidak lagi bisa bertemu ayah dan seluruh warga desa tempat ia dilahirkan. Suaminya pun tewas oleh ledakan meriam Datuk Sengalo.

Sejak saat itu, bukit yang tinggi dan lebarnya hampir mencapai tiga puluh meter itu dinamakan oleh masyarakat sekitar sebagai Bukit Sengalo atau Bukit Perak. Bukit ini dapat ditemukan di daerah Kecamatan Muarosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Untuk menuju bukit ini perjalanan yang ditempuh harus melalui Desa Dano Lamo.


2.  Contoh cerita sejarah

Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi adalah situs arkeologi yang terletak di Provinsi Jambi. Kompleks candi ini memiliki luas sekitar 3981 hektar dan terdiri dari sekitar 12 candi besar dan ratusan candi kecil. Candi-candi di kompleks ini dibangun pada abad ke-7 hingga ke-14 Masehi dan menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Melayu Kuno.

Arsitektur candi-candi di kompleks ini sangat unik dan menarik. Candi muaro jambi candi muaro jambi terbuat dari  bata yang jelas berbeda dengan bahan bangunan candi lain pada umumnya yang terbuat dari batu alam. Selain itu, kompleks candi ini juga menyimpan banyak artefak kuno seperti Arca, Peripih (lempengan emas), Manik-manik, Pecahan Keramik dan masih banyak yang lainnya.

Salah satu temuan arca yang ditemukan dicandi muaro jambi yakni Arca Prajna Paramita, arca ini menggambarkan seorang perumpuan cantik dengan segala keunikan yang dmilikinya. Arca ini menggambarkan seorang Dewi kebijaksanaan dalam agama Budha Tantrayana. Arca ini sama seperti arca yg ditemukan di Candi Singhasari di Jawa Timur.

Kompleks candi ini juga memiliki beberapa fitur arsitektur yang menarik seperti pintu gerbang masuk,  ruangan bangunan yang kompleks, sistem pengairan yang canggih. Ini membuktikan bahwa tempat ini pada zaman dahulu merupakan tempat biasa tapi tempat yang luar biasa.

Candi Muaro Jambi tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur dan artefak kuno, tetapi juga menyimpan sejarah tentang kejayaan Kerajaan Melayu Kuno. Kompleks candi ini menjadi saksi bisu peradaban dan kemajuan masyarakat pada masa lampau.

Dengan berbagai keunikan dan keindahan yang dimilikinya, Candi Muaro Jambi patut menjadi destinasi wisata arkeologi yang menarik untuk dikunjungi. Bagi penggemar sejarah dan arkeologi, tempat ini dapat memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk mengungkap kejayaan masa lalu Indonesia.

3. Struktur teks cerita sejarah

a. Orientasi warna ungu
b. Komplikasi warna biru
c. Klimaks warna hijau
d. Resolusi warna merah
e. Koda warna jingga

4. Kaidah Kebahasaan

a. Memakai pronomina dilatarbelakangi jingga
b.  Frasa adverbia digaris bawahi
c. Memakai verba material dilatarbelakangi merah 
d. Memakai Konjungsi temporal dilatarbelakangi hijau


 

 

Nama                                  : Novita Charoline Sibarani

Tempat,Tanggal Lahir     : Medan, 21 November 2006

Kelas                                    : XII IPA 3

Sekolah                               : SMA NEGERI 4 MEDAN

Tahun Ajaran                    : 2023/2024

Nama Ayah                        : Patar Panahatan Sibarani

Alamat                                : Jalan Gaharu gang Amat Lama no. 32, Kel. Gaharu, Kec. Medan Timur, Kota Medan, Sumatra Utara


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Surat Lamaran Pekerjaan